Hari ini, aku
fikir ini adalah malam yang bahagia karena seharian pikiran dan perasaan sangat
kacau. Aku baru sekali ini keluar sama cowok yang belum sama sekali aku kenalin
ke orang tua ku dan aku juga belum pernah cerita ke orang tua ku. Dengan
kejadian dulu dengan mantan ku, sekarang orang tua ku sensi sekali sama cowok
terutama ayah ku. Kini dia melarang teman cowok ku datang ke rumah, sekali
datang siap –siap langsung diusir sama dia.
Aku memang sok
sibuk karena memang aku benci sekali sama yang namanya gak ada kerjaan di
rumah. Apalagi waktunya liburan semester seperti ini, tidak ada pendapatan dan
lupa sama pelajaran. Aku kadang menyibukkan diri di kampus, kalau ada kegiatan
organisasi aku selalu ikut. Dan baru kerasa capek nya waktu malam setelah semua
kegiatan selesai.
Alhamdulilah
sekarang aku sudah dapat pekerjaan yang aku sukai, yaitu jadi guru privat di
rumah maupun di luar rumah. Baru kerasa capeknya orang cari uang. Benar – benar
melelahkan, tapi semua itu ada hikmahnya. In shaa allah
Malam ini aku
mulai berfikir dengan semuanya. Aku memang tidak pacaran dan ayahku tidak tau
semua tentang perasaan yang aku rasakan. Bahkan Dia berbicara kalau aku ini
sering keluar sama cowok – cowok lain karena aku sering keluar ke kampus. Tapi
itu memang aku sedang ada kegiatan di kampus, bahkan sekarang Dia tidak percaya
lagi kalau ada kegiatan yang sampai menginap. Memang kuliah pada zaman Ayah
dulu berbeda dengan sekarang, kenapa tidak bisa mengerti ?
Aku tau kok
kalau kalian itu tidak mau aku terjebak dengan cinta yang seperti dulu dan aku
sudah bisa memikirkan masa depan ku dengan tidak pacaran dulu. Bahkan selama
hampir 10 bulan ini aku tidak pacaran, meskipun yah banyak lelaki yang datang
dan aku juga sempat untuk bertemu. Tapi sekarang semuanya berbeda Yah, aku
tidak bermain dengan perasaan ku lagi. Maafkan aku yang mungkin di mata Ayah,
aku adalah sosok wanita yang terlalu sering bermain dengan perasaan hingga aku
sangat jelek di mata Ayah. Aku selalu kau banding – banding kan dengan gadis
lain yang diluar sana tanpa kau ketahui yang sebenarnya. Memang tampak dari
luar mereka adalah gadis yang pendiam tapi tidak kah kau tau yang sebenarnya
mereka alami ?
Mereka juga
sama dengan ku yang juga membutuhkan hiburan dan kebahagiaan. Tapi kita
memiliki cara yang berbeda Yah. Iya aku tau aku salah, aku tidak memikirkan
keadaan keluarga kita yang cukup dan kekurangan. Aku tau kalau kalian berusaha
untuk membiayai kuliah ku sekarang ini. Aku juga sudah berusaha untuk selalu
berdo’a dan fokus pada kuliah. Tidak kah kalian tau apa yang aku rasakan saat
kuliah memiliki tugas banyak dan pusing memikirkan tugas – tugas ?
Apa yang bisa
aku perbuat. Aku juga butuh organisasi dan butuh teman – teman banyak agar aku
tau bagaimana cara menghargai dan berusaha keras dalam menjalani hidup ini. Aku
kebanggaan keluarga ini, kalian mengharapkan aku sukses menjadi seorang guru.
Aku sudah berusaha itu, tapi kalau tanpa bersosialisasi dan bergabung pada
kegiatan kampus, bagaimana aku bisa belajar hal – hal lain yang belum aku
mengerti ?
Belajar itu
tidak hanya dari buku dan tulisan. Tapi bisa juga dari pengalaman hidup dan
masalah – masalah yang kita hadapi di dunia ini. Aku mengerti kok kalau jodoh
itu tak kemana dan aku percaya itu Yah. Aku juga tidak pernah mengejar – ngejar
lelaki, aku hanya bisa mengagumi mereka yang menjadi idaman para masyarakat.
Aku akan jaga diri ini baik – baik Yah. Kau tidak usah khawatir, jika aku
kenapa –kenapa aku tidak akan menyusahkan kalian. Ini juga yang sering kau
ucapkan pada ku kalau aku nakal. Kau tidak akan bertanggung jawab dengan semua
yang terjadi pada ku. Aku berjanji, susah sakit pada diri ini aku akan tanggung
sendiri dan aku obati sendiri. Maafkan aku yang sering menyusahkan kalian Yah,
Bu.
