Senin, 07 September 2015

cerita ku



Hari ini, aku fikir ini adalah malam yang bahagia karena seharian pikiran dan perasaan sangat kacau. Aku baru sekali ini keluar sama cowok yang belum sama sekali aku kenalin ke orang tua ku dan aku juga belum pernah cerita ke orang tua ku. Dengan kejadian dulu dengan mantan ku, sekarang orang tua ku sensi sekali sama cowok terutama ayah ku. Kini dia melarang teman cowok ku datang ke rumah, sekali datang siap –siap langsung diusir sama dia.
Aku memang sok sibuk karena memang aku benci sekali sama yang namanya gak ada kerjaan di rumah. Apalagi waktunya liburan semester seperti ini, tidak ada pendapatan dan lupa sama pelajaran. Aku kadang menyibukkan diri di kampus, kalau ada kegiatan organisasi aku selalu ikut. Dan baru kerasa capek nya waktu malam setelah semua kegiatan selesai.
Alhamdulilah sekarang aku sudah dapat pekerjaan yang aku sukai, yaitu jadi guru privat di rumah maupun di luar rumah. Baru kerasa capeknya orang cari uang. Benar – benar melelahkan, tapi semua itu ada hikmahnya. In shaa allah
Malam ini aku mulai berfikir dengan semuanya. Aku memang tidak pacaran dan ayahku tidak tau semua tentang perasaan yang aku rasakan. Bahkan Dia berbicara kalau aku ini sering keluar sama cowok – cowok lain karena aku sering keluar ke kampus. Tapi itu memang aku sedang ada kegiatan di kampus, bahkan sekarang Dia tidak percaya lagi kalau ada kegiatan yang sampai menginap. Memang kuliah pada zaman Ayah dulu berbeda dengan sekarang, kenapa tidak bisa mengerti ?
Aku tau kok kalau kalian itu tidak mau aku terjebak dengan cinta yang seperti dulu dan aku sudah bisa memikirkan masa depan ku dengan tidak pacaran dulu. Bahkan selama hampir 10 bulan ini aku tidak pacaran, meskipun yah banyak lelaki yang datang dan aku juga sempat untuk bertemu. Tapi sekarang semuanya berbeda Yah, aku tidak bermain dengan perasaan ku lagi. Maafkan aku yang mungkin di mata Ayah, aku adalah sosok wanita yang terlalu sering bermain dengan perasaan hingga aku sangat jelek di mata Ayah. Aku selalu kau banding – banding kan dengan gadis lain yang diluar sana tanpa kau ketahui yang sebenarnya. Memang tampak dari luar mereka adalah gadis yang pendiam tapi tidak kah kau tau yang sebenarnya mereka alami ?
Mereka juga sama dengan ku yang juga membutuhkan hiburan dan kebahagiaan. Tapi kita memiliki cara yang berbeda Yah. Iya aku tau aku salah, aku tidak memikirkan keadaan keluarga kita yang cukup dan kekurangan. Aku tau kalau kalian berusaha untuk membiayai kuliah ku sekarang ini. Aku juga sudah berusaha untuk selalu berdo’a dan fokus pada kuliah. Tidak kah kalian tau apa yang aku rasakan saat kuliah memiliki tugas banyak dan pusing memikirkan tugas – tugas ?
Apa yang bisa aku perbuat. Aku juga butuh organisasi dan butuh teman – teman banyak agar aku tau bagaimana cara menghargai dan berusaha keras dalam menjalani hidup ini. Aku kebanggaan keluarga ini, kalian mengharapkan aku sukses menjadi seorang guru. Aku sudah berusaha itu, tapi kalau tanpa bersosialisasi dan bergabung pada kegiatan kampus, bagaimana aku bisa belajar hal – hal lain yang belum aku mengerti ?
Belajar itu tidak hanya dari buku dan tulisan. Tapi bisa juga dari pengalaman hidup dan masalah – masalah yang kita hadapi di dunia ini. Aku mengerti kok kalau jodoh itu tak kemana dan aku percaya itu Yah. Aku juga tidak pernah mengejar – ngejar lelaki, aku hanya bisa mengagumi mereka yang menjadi idaman para masyarakat. Aku akan jaga diri ini baik – baik Yah. Kau tidak usah khawatir, jika aku kenapa –kenapa aku tidak akan menyusahkan kalian. Ini juga yang sering kau ucapkan pada ku kalau aku nakal. Kau tidak akan bertanggung jawab dengan semua yang terjadi pada ku. Aku berjanji, susah sakit pada diri ini aku akan tanggung sendiri dan aku obati sendiri. Maafkan aku yang sering menyusahkan kalian Yah, Bu.